Engkaulah kabut
yang menghisap warna pagiku dengan berjuta lingkar tanya
hingga beku mataku menyimpan lara
Engkau lah halimun
yang merajai lentik malam sepiku
menjadi tuan dalam senyum..asa dan jingga senjaku
tapi kau lah juga pembunuh termanisku
saat gerimis bertandang merayu
Wahai kabutku..
Katakan..
Di mana lekuk cahaya bisa ku raba dalam diam dan keheningan
katakan..
Di mana aku bisa melapangkan rasa
diantara gerbong persinggahan
yang kau sabdakan lewat doa dan cinta..
Semua lekat melukis fatamorgana
merajuk ke dalam jiwa
21/06/12
Sabtu, 30 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar