Kelopakmu yang mungil
melingkar erat dalam genggamku
putih kurasakan nafasmu mengecup sukma
merambat sudah kalam cinta
jadi akar..daun dan juga senyum
kelopak mungilmu memelukku
lama..
Seperti musim yang sisakan dingin di jantung merahku
ia jadi embun serupa zamzam
saat padang kemarau
ia menatap dengan ketulusan
dan tetap memelukku dengan wangi harum jiwa penyayang
meski cakrawala tak selalu biru sebiru lembutmu
meski badai kerap datang
dan topan meradang di senyummu
kelopak mungil itulah dirimu..ibu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar