Menelusuri jejak malam
Ketika semesta bungkam
Sunyi ada digenggam
Bersama hati nan suram
Paras bergurat muram
Berselimut mega hitam
Lalu waktu pun tertikam
Seolah dipaksa diam
Sendiri ditengah temaram
Nikmati pilu kian menghujam
Tangis mungkin redam
Namun asa hampir karam
Kepedihan ini merajam
Layaknya belati tajam
Tiada damai bersemayam
Tinggallah kalbu penuh lebam
Langit masih saja legam
Menanti riuh pagi berdentam
Harap diri lupa rentetan silam
Saat terang surya nanti tersulam
Langganan:
Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...