“Menganggap
remeh orang lain”. Sepertinya itu sudah membudaya dimasyarakat kita. Memandang
oraang hanya dari penampilan luar, dari apa yang terlihat oleh mata saja.
Tidakkah terpikir oleh kita bahwa sering kali seseorang yang kita anggap
“remeh” itu justru lebih hebat dari kita? Contoh kecil saja, seekor semut yang
kita anggap kecil, atau mungkin “mati dalam satu tindihan ujung jari”, ternyata
mampu mengangkat beban 50 kali berat tubuhnya. Bagaimana dengan kita?
Sanggupkah kita? Jika hewan sekecil itu saja, (atas kuasa Allah) mampu
mengangkat bebb seberat itu diatas tubuhnya. Apalagi sesama manusia? Sebuah
renungan untuk kita. Jangan pernah merasa diri kita lebih hebat dari orang
lain. Jangan pernah merasa bangga dengan apa yang kita miliki. Karena
sesungguhnya tak ada satupun dari itu semua yang benar-benar milik kita.
Segalanya tak lebih dari sesuatu yang dititipkan Allah pada kita. Bahkan nyawa
dan raga kita pun bukan milik kita. Lalu apa yang patut kita banggakan?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar