Selayak legam lembaran langit
Cercah gelisah kembali terbersit
Seperti samudra tanpa satupun biduk
Salju sekeras batu merajam lubuk
Setengah jiwa bagai terpenggal maya
Selaksa harap hilang diremang cahaya
Senyum hanya hiasan tanpa warna
Damai sekedar kabut yang memudar lalu sirna
Inikah dunia tempat ku berpijak
Dimana kalbu semakin perih terkoyak
Hanya nafas lelahku yang terdengar
Meski banyak ditawarkan hingar bingar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar