Tiada arti ketika wajah menengadah ke hamparan biru
Tanpa guna mereka-reka akhir episode dengan terburu
Rangkumannya tidak mudah untuk di lebur dalam bahasa
Bukan jua alur yang habis dituang diatas secarik putih biasa
Mata pena itu ada dibalik jejak hati yang berbalut rasa tulus
Menyambung garis kepasrahan pada lariknya tanpa terputus
Jika nanti ada jeda bagiku menulis kata cinta ditengahnya
Maka ingin kupastikan sebagai yang terakhir dan selamanya
Tak berniat terus mengurung asa dalam jeruji masa silam
Justru karena masih ada harap akan hari esok yang tertanam
Bukan takut akan kegagalan menyelesaikan satu kisah lalu
Sebab rengkuh jiwamu telah menyiram luka hingga tak lagi pilu
Namun, akan sia-sia bila terlalu tinggi kulambungkan harap
Terasa tak layak membawamu memasuki duniaku yang gelap
Biar ku temukan sendiri lentera penerang di jalan penuh aral
Setelahnya, mencoba kembali padamu dengan jemari berbekal
Tapi, kau masih sebebas terbang merpati yang tak berpasangan
Tak berhak aku memaksamu diam dalam sangkar penantian
Mengerti bahwa masih sangat panjang ujung dari bentang impian
Merebahkan saja ditangan-Nya, titik akhir dari seluruh perjalanan
Kamis, 27 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar