By: Ain Saga
Sudah putuskanlah
apa yang hendak kau lakukan
sedih sendiri
atau hangat bergegas
berlari telusuri hari dengan semangat berseri
ataukah terus bermimpi
tanpa kendali?
apakah kemalasan akan binasakanmu?
Lihatlah alumnus alaumnusnya
diantara tepi jalan
pesakitan
kehidupan nomaden yang menyesakkan
ataukah kau akan hidup selamanya diantara ketiak ayah bundamu?
apakah kau selamanya
dimaklumi sebagai karakter anak?
Tidak..bukan?
Kau telah tumbuh dewasa
lucu dan cerdas pembawa cikal
janganlah tunduk pada keadaan
apalagi perasaan..
Harusnya kau jual saja rasa malasmu
jadikan suluh energi kerjamu
dan lihatlah
yang jadi korban sifat malas
bergunung lebih pekat
kau kah diantaranya??
Atau dia dan mereka
semua akan sama
karena baik dan buruk..
Adalah negerimu jua
janganlah jadi malas.
Ingat pesanku.
Sekali saja.
Kamis, 19 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar