By: Ain Saga
Kalam Illahi
berkumandang dalam senja
menepikan harum isi dunia
perhiasan fatamorgana
yang selalu tampak usang
bila berhadapan dengan kuasa
Sang Pemahat Hidup
tak ada satu kekuatan
yang bisa menerka
gerangan apa diatas langit
atau didalam kelam malam
bahkan semut kecilpun terlalu pandai bersyukur
sedang kita
yang sempurna penciptaan indranya
kadang malu mengakui kondisi jiwa yang tak pasti
tak dimengerti
gelisah bila tak dicintai
serasa gamang
saat ditinggal belahan jiwa
kupikir itu pemikiran beku
cairkan
cairkan hidupmu dengan asa dan perjuangan..
Jangan sedih dan bermuram
semoga badai kan berlalu salju..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar