By: Ain Saga
Ada saat kau tengah
mengayuh jauh langkahmu
deru debu nodai tapak kaki
peluh di kening
banjiri letih tak terperi
udara mengecat pucat
paras cantikmu
mengaduh dahsyat
ada saat kau kehausan
hindari aemua yang merayu
penuh arti picisan
rimbun senyummu
hambar di antara detak kecewa
riuh geletar doa
memaksamu pelan berkata
segala hampir memupus setia
namun roda roda tak urung mati rasa
matahari tengah terhujam
bara jingga mengaduk semesta
haruskah kau menangisi masa
yang jauh kau tinggal tanpa asa
haruskah kembali tempuh jalan semula
sedang angin dingin telah tiada disepuh terik nyala bara
matahari murka
hati yang ternoda
diantara cerita
cinta teronak duka
mengapa?
Kata tanya
yang sia sia
hanya sakiti debur derita
tanpa sudahi rasa
terpanah nestapa
hampa dalam maya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar