By: Ain Saga
Takarlah
lihatlah
rasakan
resapilah
apa warna sungai yang mengalir
dalam taman hatimu
mungkin saja banyak luka bertunas di tepiannya
batu cubaan diantara pasir dan debu penyertanya
kadang keruh
gelap
bahkan pekat
terkontaminasi udara
amarah dan radiasi airmata
sungai hati..
Mengalir tetap tenang
namun memecah kedamaian
gelisah tak bertepian
semua beraroma dendam
jika ia mati
kau takkan rasakan
harumnya dicintai
oleh malaikat bumi
lihatlah
resapilah
becerminlah
apa warna sungai hatimu?
Itu perlu.
Kamis, 19 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar