By: Ain Saga
Tiba tiba langit mendung
menggurat warna hujan
saat ku tahu kau masih disitu
bersandar dalam rindu
yang tak lagi utuh
penuh debu
berbakteri
terinfeksi
luka
sakit
dan nyaris mati
apakah masih ada
hangatnya cahaya matahari
sesiang ini untuk menyentuh maafku
kau bertanya seolah malam takkan menggantikan siang
biarkan angin dan hujan yang akan mengetuk
dan cairkan beku ego
didadamu yang sepetak.
Sedang dunia berlomba denganku menjamah langit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar