By: Ain Saga
Puncak yang selalu berkabut
hatiku pun turut berkabut
menelusuri perjalanan sepi
namun terjal berbukit aral
nyanyian pagi menyentuh nafasku
memaksaku tersenyum diatantara embun pagi
menyelinap diantara sinar matari
membayang disegara darah cintaku
alam..
Manjakan aku dengan kicau burung pagimu
manjakan aku dengan binar sinar
terangmu
manjakan aku dengan dingin tanah basah
tempat kusemaikan serumpun asa..
Memeluk segala ciptaan Allah yang Esa
melestarikannya meski dengan
amal tak seberapa
tak sesempurna malaikat dan
penjaga pintu syurga
Minggu, 12 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar