By: Ain Saga
Diam diam kau baca sirat aksara
dalam getar catatan kupunya
diam diam kau tertawa
kagum jadi balutan cinta
menuju semesta kata
menuju jingga penuh asa
juga hantaran samudra jiwa
yang rindu sentuhanku
rindu kelopak dimawar hatiku
siraman hujan tawaku
indahnya manjaku
aku tahu kau akan bilang narsis
sadis
imajis
dan sejenis kata sepadan
namun urai tak kuatkan yakin
ku lebih kenal detakmu
saat cinta dan rindu
daripada kecupan egomu
di angkuh gaya sok manismu..
Heeemmm...
Itu saja misteri warnamu
yang kutahu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar