By: Ain Saga
Detak hatiku bimbang
meradang dalam sekam
terpuruk cinta penuh godaan
seakan tak mungkin ku terbang
menangisi bintang bintang
untuk tetap penuhi lembar malam
agar diriku jadi tenang
setelah deru badai gelombang
patahkan sayap sayap mungilku
andaiku mampu bertahan
kan kularung tangis kepedihan
kuhunus saja bayang bayang hitam
yang kerap tertawa saat ku mulai berang
gaduh suara hatiku diam
namun penuh penentangan
lembar demi lembar kesabaran
kubasuh dari mata air kasih sayang
namun hujan tak kunjung hilang
senjapun jadi gerhana
hatiku yang hampa disiksa luka
semua hanya karna kuterlalu dicinta
meski aku bukanlah gemintang
ku bukan pangeran negeri impian
ku hanya lelaki sederhana
yang mencintaimu sebatas kejujuran
janganlah cinta ini buatku
bimbang
melayang diserpih kelam
padahal kau tahu betapa
harummu tak mungkin hilang
dipelukan kan kudekap kau selalu
jingga luka berakhir dibatas sendu
hati lara bercampur rindu
tak kuasa dingin ku membeku
adakah cinta mu hanya seruling
kalbu
yang bersenandung penuhi mimpimu
yang menyanyi diatas keluhku
mengapa kau tak bisa mengerti aku
sejenak saja ku ingin kau tahu
hidupku tak hanya ada kamu
dan cinta cemburumu
*buat sahabatku lautan..
Semoga damai dihatimu
salam persahabatan selalu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar