Aku bukan matahari
bukan bulan yang sepi
aku juga bukan bom bunuh diri
aku bukan apa apa
dan bukan siapa siapa
kau pun bukan embun pagi
kau bukan angin berlari
atau jejak musim bersemi
kau bukan apap apa
bukan pula siapa siapa
tapi mengapa kau merahkan luka
kau hamburkan sengketa
kau didihkan otakku
sedang hatiku telah semakin beku
lalu kau kau campakkan aku
dalam tawa kemenanganmu
kau korbankan namaku
hanya penutup keegoanmu
baiknya aku menyingkir
sebelum darah dan nadi jadi getir
biar kutunggu kau menuju hilir
kisah kita hanyut tersambar petir
begitukah inginmu???
Biar saja senja mengalir
dan bayangku berlalu
tertiup hujan batu
antara hati saling membeku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar