Tak ada kesempurnaan
yang bisa kugenggam
dalam larik aksara biasa
ku tak ingin istimewa
karena ku bukanlah dewa
atau peri indraloka
semua gerakku terikat waktu dan
peristiwa
aku pun punya airmata
punya palung kesedihan
rahasia yang tersimpan
diari hati terpendam
jatuh dan bangun
lalu jatuh lagi
begitulah hatiku berjalan
dalam gelombang kehidupan
mengalir lewat kata atau udara
aku hanya seorang hambaNya
yang menulisi tiap obyek alam
semesta berkilauan
lewat bahasa hatiku
isyarat imajinasiku
andaikan aku tak istimewa
seperti kataku didinding waktu
masih maukah kau menemaniku?
Atau sudahi saja jumpa ini.
Biarku nisbi
di cawan sepi
merenda mimpi
terus berlari
sampai hayat dikandung badan
biarkan ku mengabdi
mencoba hapus airmata
sang Ibu Pertiwi
ditanah tercinta ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar