Perjalanan kembali meretas
di jantung pagi
detak yang melaju begitu hangatnya
sehangat lilin kamarku yang redup dan samar
ringan hatiku menguak hari
mengejakan asmaNya
meletupkan irama jiwa
denyut pagiku berbalas luka
atau kuncup setia
pada nafas yang kuhirup
dengan suara hati penuh mesra
kuharap semua warna adalah cahaya
semua hati kan bijaksana
zaman telah memberitahu
hitam putih yang harus kutuju.
Kamis, 21 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar