Pedih
sedih
letih
semua memburai diudara sepi
saat senja nyaris pergi
sisakan geliat angin menerpa dedaunan
mengusir kehampaan
kelelahan alam
butiran nafas malam
mengguncang ruang terdalamku
terbayang lukamu
sedihmu
pedihmu
dan tangisan resahmu
dalam nadiku yang perasa
dalam cawan doa yang tercipta
aduhai jiwa..
Mengapa harus ada kata iri
dengki dan dendam?
Dalam hatimu dan hatiku
meski kini telah kubasuh perlahan
dalam wudhu suciku
namun airmatamu
luruhkan selaksa senyumku
lumuri detak jantungku
dengan helaan nafas panjang
semoga Allah yang maha Cinta
selalu menyayangimu
sahabatku
dalam suka dan dukamu..
Aaminn
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar