Mungkin warna pagi akan tak semerah darahmu
mungkin tak sehangat detak senyummu
ia tawar dihembus dingin
beku tertutup dinding kemelut
namun tetaplah setia padanya
pagi yang sederhana
meretaskan aneka bunga dengan sempurna kelopak mayang
aduhai elok dan rupawan
pantaskah kita cuma duduk senang
tak inginkah kau lumuri
darah mudamu
dengan kilatan cantik sang kupu diantara kerjap semangatmu.
Bukankah hari ini akan menyayangimu?
Hari ini akan membantumu
tamsya ke ilmu dan waktu.
Nikmatilah setia itu.
Jangan mengeluh melulu.
Tak baik.
Jangan berlalu dan mencari cinta baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar