Rinai hujan yang mengilhamiku
deras air mengecup manja tanah merah rekah
getas oleh kemarau pongah
seakan terhimpit lautan gurun membara
kemarau yang hadirkan luka
kini berganti sela gembira
tak ada senyuman merayu jingga
jika hujan tiba
sandarkan ia dalam guratan
sejuta makna
penaku yang cantik
akan mengulum dinginnya
jadi hangat lilin pagi
yang menyentuh imaji lubukku
menghias seroja darahku
jadi kelembutan mawar
keharuman senyum ksatria langit
yang tak kan berubah jadi luka
meski isyarat pena menyiratkan debu debu kelelahan..
Ku bahagia mengecup cinta
pada bumiNya yang Nirmala
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar