Hari masih gelap
sang pemuda pun bergegas menuju area persawahan
kaki kaki masih terselimut kabut
dingin menyekap darah pori
namun matamu bersinar tajam
langkah tegap dengan cangkul di pundakmu
sawah ladang menguning sejuk
udara desa yang harum lembut..
Mengalir menyusup sampai ke rambut
senyum cerah disambut sanak saudara
sama sama kita bertani
berhasil bumi
demi sesuap nasi
untuk makan anak dan istri
alangkah besar jasa para petani negeri..
Tak cukup rasa syukurku
tak segan hormat ku selalu
atas jasa para petani
sungguh mereka pahlawan negeri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar