Dalam bayang bulan
langit biru yang tenang
semilir angin merebak diam
nyaris tanpa tawa
kulepaskan gundah penat
seharian ku bekerja
mengayuh nafas dengan akal pikiranku
membumbui menu peristiwa dengan aneka rasa
mungkin tak selalu tampak serasi
seirama
namun pastikan ia berada dalam bejana jujur dan tulus
cuma itu bekalmu meniti pelangi
beraneka warna namun tetap pandai merangkai kata..
Tak perlu lagi sedu sedan itu
itu hanya ilusi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar