Kuhirup sempurna dingin pagi
shubuh yang masih tuna
netrakan dinding magisnya
menelusup ke jantung merahku
saat pertama kubuka mata
diantara belantara sunyi
hening berceloteh tentang irama
kesyukuran
irama kedamaian
dan mengetuk nafas malasku untuk segera tersenyum
masih kurasakan denyut nafas
shubuh pagi buta
begitu bening..
Menggugah rasa dan getaran jiwa
menyemai pagi dengan mahkota cinta
meski luruh dibasuh matari.
Biarkan saja..asal sayapmu dapat terbang sempurna
menjejaki dunia
tanpa takut terluka
atau lara binasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar