Ombak putih di hatiku
seakan memanggil namamu
lirih
kau pun lantas menoleh kepadaku
melukis cinta dengan bahasa samudera
dingin kubasuh rasaku
yang mengendap tak mampu kutatap
ku hanya menahan diri
agar jurang su'udzon
tak menguasai hati
aku pun berlari
pergi ke tempat hampa udara
jauh dari keramaian semesta
hingar bingar tak tentu rimba
kunikmati saja semua
nanti kan berhikmah jua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar