Jalan kesturi
sungguh mendaki
terjal lagi berlumpur kerikil tajam
hati hati
tak mudah terlihat mata
hanyalah sepenggal maya
yang akan segera sirna
terhapus detak perjumpaan
dipucuk unggas berhenti menyanyi
atau jerit unggas menyepuh bisu
harkat
semua menyemai syukur
ketika rona tawadhu
Senin, 08 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar