Hamparan rumput kering seolah menghiba kehausan
terpapar sinar mentari garang siang tadi
butiran tanah merah menempel erat di telapak sandalku
seolah ingin bertamu
telah lama tak kulihat kebun bunga diantara pohon flamboyant
meski ini taman kota
aroma hijaunya selalu meninggalkan jejak senyuman perdu
dimana kucelupkan tawaku pada kumpulan kupu kupu lucu
beraneka warna
yang berlarian bagai ombak menyisir kaki pantai
kukagumi lahan hijau dengan bumi merahnya.
Kukagumi alam yang ramah menghapus lelah.
Andai saja kau sekuntum yang terluka
biarlah aku saja yang akan menyimpan airmatamu
bumiku.
Lestarilah selalu.selamanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar