Pagi yang penuh binar ini
seperti rindu melihat senyumku
kupu kupu bersayap pelangi
terantuk diam di putik melati
harum bunga menusuk hidung
udara dingin mulai cair
tapi tak satu pun bisa buatku tersenyum
setelah ribuan kemarin mati
tersayat kemilau yang kau beri
senyumku terantuk sepi
meleleh diantara mimpi yang tak bisa lagi kugali
kecuali dengan hati merestui
aku merobek bayangku sendiri
menyepi
sendiri
agar bisa lupakan malam jahanam
dimana kau bunuh seluruh rasa
yang kupahat diam diam
menenun kehangatan
berhias kalamNya
jakarta, 160911
Ain Saga
Senin, 19 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar