Biar saja semua orang
menudingmu dekil!
Seribu bibir mencibirmu jahanam!
Namun kau mampu berjalan dengan akal dan pikiran
kau mampu tersenyum
meski peluh mendobrak kecantikan
biar saja!
Karena takkan pernah ada bahagia
yang menetap lama
Ia akan berotasi dengan petir dan
badai tenggara
halimun menyentuh darahku
gigilkan urat saraf motorikku
seketika hancurkan egoku
jatuh itu tak ada yang empuk
semua sakit
seperti tertusuk duri
dan semua lelah
bagai jaman Romusha terjajah
kita hanya bisa mencoba tegar
meski jalan bergelombang
arus air menerjang tiada persahabatan
biar lintasi saja rasa takutmu
karena semua yang celaka sudah tertulis
dan bahagiamu pun
tersirat penuh makna
satu hela nafas kesadaranmu
adalah sebuah anugerah hidayah
bahwa engkau telah menyudahi segalanya
segala yang membelenggu jalanmu
segala aral mencekam pilu
pelajari
pelajari
pelajarilah bagaimana caramu menjadi melati di taman Raflesia
merah hati.
Pelajarilah.
Maka kau akan mengerti.
Jakarta, 200911
Ain Saga
Selasa, 20 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar