Adakah yang masih dapat kau banggakan
selain lamunan
dan rasa gundah yang kerap melintas sempurna
mengebiri keakuanmu
adakah senja yang bergulir teramat cepat
meninggalkan jejak sunset di matamu
ia akan hilang begitu saja
seiring malam datang
berganti kelam
apa yang kau pikirkan?
Rasa takut gelap dan sepi dalam diam
lalu mengapa kau kerap sumbangkan kesombongan
keangkuhan
diantara rumput hijau yang elok
terpandang
namun ikhlas merayap di kakimu
debu perjalanan
kita ada dan larut dalam udara
setitis dari yang sempurna di
atas langit nan menawan
kita sedepa dari sekian jarak panjang
menepilah..
Basuhlah
kita hanya debu yang tiada daya
debu yang penuh caci maki
alam raya
menepilah untuk derajat taqwa
dan berbinarnya makna.
Jakarta, 200911
Ain SaGa
Selasa, 20 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar