Di pelataran senja
kunikmati hembus angin sepoi sepoi
ia memainkan ujung rambut hitamku
berteman udara lembut membelai
jiwa
sepanjang jalan setapak
kulalui tapak kecil,licin dan berair
padahal kemarau masih mengikat musim
tak ayal senja pun perlahan mulai bergulir
meremang di kecupan malam
menyinggahi segala teka teki
kehidupan
terakhir luruh menyemai kedamaian
di putaran warna hari.
Begitu penuh pengertian.
Memudar memberi jalan
pagi tuk menyapa binar.
Jakarta, 110911
Ain Saga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar