Biarkan larikku ternoda
oleh sayatan pisaumu
tetap kukecup sebisa kurasa
dan kubalut dengan pelangi senja
katamu mawar
bukanlah ikatan kata cinta
sekedar bualan belaka
bunga
jingga
pink
coklat
semua yang melankolik
kau terjemah mudah
murah
picis
tak berjiwa
resapkan rasa
indahkan rima
dari geletar maya
Tak! Katamu.
Namun semua ternyata warna
rahasia indah yang kupunya
tertambat ia dibelantara cinta
dan menggugah segara rasa
entah angin apa
dan degup apa
kau berkata
semua nada bak kilat murka
ataukah kau terluka
tergilas aku yang pemula?
Padahal langit pun tetap sama
kau atau siapa
tak ada yang sempurna
Tak! Kataku.
Meski kini
ku takkan peduli
bila kusebut
semacam diksi mawar luka
akankah bisa
semua jadi luka?
Biar saja kusapih kata
nikmati jeroan dada
kau atau dia
mungkin harus bertapa
dalam cahaya
hingga terang lahirmu
mengusap sesuap luka
yang kau bawa
di kaki senja
senja yang hitamkan warna.
Warna tinta yang kupunya
amboooyyyy
Salahkah bila.
Jakarta, 160911
AIN SAGA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Hmm,, sedap diksi :)
BalasHapuskunjungi juga yah :
wongbete.blogspot.com
:)
:)