Rinduku pada harmoni alam
semesta yang berbinar
matahari yang tak gentar bersinar
untuk bumi dan seisinya
cinta yang bertaut dalam jelaga
kasih ibu yang tiada tara
sedu sedan penguat daya
semua kurapal dalam mantera beningnya jiwa
takkan ada perjalanan
tanpa usapan selamat tinggal
takkan ada perjumpaan
tanpa iringan kata selamat datang
hari hari datang berganti
tinggalkan jejak pedih dan perih
tawa tangis dipergilirkan
susah senang dirotasikan
itulah kehidupan
tudung kepastian
yang hanya milikNya
Penguasa alam semesta
sepatutnya kita semua berkaca
hiduplah sebaik mungkin.
*Karena itu Allah ciptakan kita beda*
Jakarta, 250911
AIN SaGa
Minggu, 25 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar