Kubuka jendela kamar
dan kubiarkan udara pagi berkunjung penuh senyuman
aku pun bersiap menyeduh hangat teh jasmine kesukaanku
dalam cangkir bening bermotif cahaya bintang kejora
langit masih bersandar di ujung kaki malam
namun embun pagiku telah bergulir..merebak di sela sela daun hijau
harumnya memabukkan hati
dinginnya redakan segala emosi
pagiku yang kembali bersemi
kunikmati dengan serpihan sepi
sambil kunanti matahari sinari bumi
ku basuh wajahku perlahan
dengan air kesucian
shubuh ini indah
dalam lautan ketenangan
dan hangatnya pelukan alam.
Di jantingku yang kerap berdenyar gamang
Jakarta, 290911
Ain Saga
Kamis, 29 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar