Lafaz hidup masih berdenyut
Bersama petikan kasih berlanjut
Tetap tenang mentari disambut
Mengurai cahaya tuk dipungut
Biar langit itu kembali merajut
Pelangi putih memuai batas sudut
Waktu pun bebas tak terenggut
Tanpa penghalang menggelayut
Selagi cinta dalam jiwa bertaut
Tak hanya rangkai janji dimulut
Tetapkan untai doa sujud runtut
Di kuasa-Nya ego bertekuk lutut
Disampingmu hingga akhir menjemput
Adalah satu pinta yang tak pernah luput
Menjadi asa tiada kunjung usai terpangut
Namun, insan mesti dengan pasrah berselimut
Harap hati, romansa senantiasa menyulut
Pijar setia meski nanti usia telah lanjut
Dan jika senja menjadi semakin larut
Dalam restu-Nya, damai cinta kita terbalut
Kamis, 29 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar