hidupku kini terasa amat sunyi
semenjak dirinya telah pergi
dia pergi menghadap illahi
dan aku harus menerima semua takdir ini
aku tak bisa melawan takdir yang tertulis
meski aku merasa ini sangat miris
membuatku sering menangis
dalam beradaptasi dengan takdir yang tertulis
aku mengikuti kehendak-Mu
dengan harapan yang tak pernah layu
agar aku mampu melewati hidipku
tanpa harus melawan suratan takdir-Mu
roda kehidupan akan terus berjalan
takkan berhenti ke penghujungnya
meski masaku telah tiba
suratan takdirku tak cukup sampai di sini saja
karena masih ada surga dan neraka sebagai tempat penghujung masa
Senin, 19 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar