Bagaimana jutaan warna terlahir
Eloknya bukan begitu saja terukir
Rajutannya mungkin serupa tetes air
Dalam pemahaman jiwa-jiwa pemikir
Ingatan atas lukisan pelangi hadir
Rinai hujan terpikat awan bergulir
Indah, dikala rintik berhenti mengalir
Diantara rangkaian tiada pertentangan
Ibarat merah terima jingga berdampingan
Acuh meski tak tergambar persamaan
Malah semakin membentuk keselarasan
Buaikan mata dalam pandang kekaguman
Arahkan kebelakang segala wujud perbedaan
Nyatanya biru bisa tercipta atas penyatuan
Gabungan antara kuning dan hijau padu padan
Begitupun harapku pada tiap goresan tinta
Abaikan beda yang tersurat disetiap kata
Tetap merangkainya kedalam sebuah cerita
Antara dua hati yang kemudian menjadi cinta
Sisihkan "kau" atau "aku", lahirkan "kita"
Putih ataukah hitam tempatku berdiri saat ini
Entah, tak bisa lagi kucerna bias dibawah kini
Remuklah saja logikaku, jangan lagi diyakini
Biar lebur dinding perbedaan, berseraklah begini
Enggan berseteru tentang pantaskah dijalani
Dunia kita tak sama, tuk dapat saling menemani
Aku, dilihat terlalu tinggi dari segala gurat lini
Akankah sanggup kau daki aral menuju padaku disini
Nantikan ikrarmu perjuangkan asa dipuncak tirani
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar