Disinilah kubangun sepasang istana pasir
Berdiri meninggi dari sebutir demi sebutir
Agar sempurna menyatu dengan getir
Berdampingan senantiasa disatu pesisir
Biarlah ombak menyapa hingga bibir pantai
Berharap tak tersentuh dibawah bakau menjuntai
Tapi perlahan dindingnya pun kan tetap terurai
Sebab angin terpanggil pula tuk dapat membelai
Hilang singgasanaku yang tak terlalu tinggi
Namun aku tak sedikitpun merasa telah merugi
Sebab rasa yang memahkotai hati lama pergi
Mengarungi lautan lepas mencari tempat berbagi
Mencoba temui dirimu yang ada di seberang pulau
Setelah sekian lama terbuai harum yang memukau
Yang diterbangkan bayu lalu menjelmalah engkau
Sebagai cinta yang menawan jiwaku dalam galau
Tanyalah mengapa kubuat mereka berpasangan
Tak ada alasan kecuali temaniku lewati kesepian
Atau mungkin masih tersembunyi sebuah keinginan
Andai kau sudi jadikan pantaiku sebagai persinggahan
Teramat jauh daratan milikmu tuk bisa kudekati
Sekalipun sampai, apakah yang kan tersisa nanti
Tak satupun dapat kuberi kecuali sekeping hati
Tak berharga, tuk disimpan pun tak kan berarti
Cukuplah aku terima menjadi bayangan dititik semu
Yang segera memudar setelah gemintang saling bertemu
Sesekali kembali dan menyusun istana pasir itu untukmu
Dalam diam memperjelas sketsa keindahanmu tanpa jemu
Senin, 24 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar