Beribu kali kumencoba mencari
satu tanya terengkuh imaji
hening yang menemani
terasa sepi terpagut senyapnya waktu
namun siluetmu membebani
menengahi hatiku yang pilu
seperti sebuah lukisan usang
hanya menyimpan kenangan
dalam bayangan keindahan
tak sanggup kueja denting malam
selain mengikuti aliran do'a
yang tercipta diantara sejuk pinta
Allahu Robby...
Engkaulah harap yang selalu coba kugenggam
Engkau Cahaya Yang Maha Memberi
meski kadang terlupakan
terlalaikan..
Astagfirullah..
Jakarta, 071011
Ain Saga
Jumat, 07 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar