Debur ombak dikatakan garang
Ketika telah membelah karang
Entah dengan belaian nan tenang
Atau bersama kuat laju menerjang
Bersandar pada tiupan sang bayu
Tak peduli lain dari bujuk rayu
Jangan melarung sebongkah kayu
Jadi serpih pula akhirnya mendayu
Seperti tarian air diatas lautan
Bukan tak tentu mengambil arahan
Hanya ikuti angin dalam alunan
Terkadang ramah, pun menghanyutkan
Maka jika ingin mengerbang layar
Tak perlu takut akan terdampar
Bila badai datang lalu mengejar
Bertahan andai tak kuasa menghindar
Laksana ombak, hidup dirasa keras
Sedang peluh dan keluh tak terbalas
Meski mampu dan sanggup diri terbatas
Hingga kerap kali raga jatuh terhempas
Seolah tak ada lagi sketsa tampak indah
Kelam memaksa merah tuk menyerah
Tinggallah asap kelabu yang tertumpah
Dari sisa bara semangat padamlah sudah
Memilih hanyut kemudian tenggelam
Membiarkan secercah asa ikut terpejam
Menolak berontak dari kapal yang karam
Karna terlalu jauh harus sampaikan salam
Pulau tempat berlabuh memang tak terlihat
Tersisa hanya perahu dengan dayung terikat
Sedang mereka terlalu kecil takkan kuat
Seakan takkan mendarat hingga akhir hayat
Itulah penglihatan bagi jiwa-jiwa yang kerdil
Mengaku kalah saat sedikit kemudahan diambil
Menjadi lemah hanya karena rintangan secuil
Tak pernah mengijinkan kebesaran-Nya tampil
Sejatinya, jerat keputusasaan itulah musuh
Penghancur bagi sendi-sendi mimpi yang rapuh
Hingga tiap-tiap keyakinan jiwa pun luruh
Sebelum gerbang melintas cita terbangun utuh
Pilar penyangga senyum boleh sejenak remuk
Namun gemuruh harapan harus tetap mengamuk
Menghalau gundah yang mungkin berkecamuk
Jadikan esok lebih indah dari gambaran dilubuk
Sabtu, 15 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar