Rebahkan gelisah dibawah rembulan
Bias lepas gelap dibawa sinaran
Kali ini diam dalam kepatuhan
Menyerah sajalah pada keheningan
Sejenak menikmati kesendirian
Tak perlu bersikukuh melawan
Mengalah adalah wujud kelembutan
Tetap tenang ialah kepercayaan
Anggun menata hati di kepasrahan
Nyalakan lentera doa dan harapan
Apinya remangpun cukup menenangkan
Bukan penerang, hanya penyampai pesan
Bahwa sekalipun tanpa sang rembulan
Kelak kan kuat langkah diayunkan
Menapaki hitam tanpa keraguan
Satukan lagi serpih kedamaian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar