Tak kuasa aku menghukum diri
saat kurasakan terlalu dalam duri ini melukai
aku berjalan gamang
terhimpit sesal yang membuncah
tak karuan
air bening yang terus mengalir
terasa jadi sahabat malamku
desau angin semilir
menambah rasa sepi yang mulai mewabah dalam darahku
aku terlalu jahat hari ini
bahkan kepada hatiku sendiri
aku menghukumnya serta merta
begitu kutahu apa yang terjadi
suara jingga senja
melambaikan jemarinya lembut
seakan ingin berkata
kembalilah kepada fitrahmu
wahai hati kaca..
Semoga Allah berkenan menghapus serpihan dosa
yang mungkin pernah kau lakukan.
Aku akan menjadi sahabatmu
sahabat hati pengiring rasa sedih nan pilu.
Aku ingin kau telah bahagia
lebih dari biasa.
Karena dalam tangispun..
Kau tetap mensyukurinya.
Jakarta, 04;1011
Ain Saga
Rabu, 05 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar