Sunyi yang dingin
jadi rangkaian gelak terukir
kala hembusan angin
menyapa senyum pagiku
masih menanti shubuh
merenda impian meluruh
antara nyata dan maya
tergenang oase fatamorgana
kubiarkan anganku terbang
bersama helai kasih sayang
yang terbawa bayu malam
menepi di jantungku
darahku
melaju memburu bayang bayang kehidupan
yang meneriakkan gelisah
sekali gus nestapa..
Aku pulas di wajahnya
meneduh damai di lukisan semestaNya
seraya menaburkan seribu asa
pada tunas yang tumbuh damai
dalam jiwa
sebagai hamba sahaya
dan abdi sejatiNya
Jakarta, 211111
Senin, 21 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar