Kupu-kupu tak tau arah, kemana mesti menatap
Hanya yakini setiap denyut haruslah berhias harap
Tuk temui belahan jiwa yang jadikan hidupnya lengkap
Sebab kan sepenuhnya manis dari cinta kan meresap
Tanpa disadari tergores luka satu dari dua sayap
Tak lagi terkepak terbang tinggi hanya merayap
Kebebasan merengkuh semesta seketika lenyap
Tetes madu tak dapat dicari sisa hidup terhisap
Wewangian kuncup mekar pun kalah oleh pengap
Semerbaknya terbawa bayu menderu perlahan lesap
Tak satu pun kedamaian yang mampu terus menetap
Harus rela terusik saat waktu mengikis melubangi atap
Bilik-bilik kecil diantara lebar kelopak tersingkap
Melayang menjauh daripada hanya diam meratap
Namun, ini jalan lengang yang sesatkan bila tak siap
Kepedihan menanti diantara dimensi-dimensi senyap
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
aku tertarik hati kerana di hujung setiap rangkap adalah sekata, bukan mudah untuk berbuat begitu lebih-lebih lagi kalau hendak disesuaikan diksi setiap barisnya....teruskan puisi anda.
BalasHapusterimakasih atas kunjungannya.. :)
BalasHapus