Tak mudah menguak tabir
bila mendung masih bergayut
di pucuk langit
dingin yang meraja
membekukan darahku
langkahku yang rapuh
dalam rasa
percuma menangis sendirian
bila mereka riuh tertawa
harapan menjadi utama
bak tiupan angin di jalan indraloka
mengapa tak pernah ada yang percaya
masa muda selalu jadi uji coba
kecuali bagi mereka yang mengerti
arti memberi
arti membalas jasa jasa ibu sejati
ibu pertiwi yang konon
selalu menyesali airmata tak bertepi
di tiap kepak sayap mengabdi.
Jakarta, 281011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar