Berjuta kata telah coba tuk dirangkai
Menggambarkan kasih yang teruntai
Dari titik awal satu kehidupan dimulai
Sampai saat sikap diri beranjak piawai
Bak kesetiaan mentari membuka pagi
Kesederhanaan cinta itu tak terbagi
Hanya demi lurus garis nafas sinergi
Penerang kemanapun langkahku pergi
Ibu, diantara kerikil jalanan yang berserak
Engkau memungutinya agar tak terinjak
Oleh kedua kaki yang belum jua bisa tegak
Berdiri di alas bumi tempatku kini berpijak
Katamu, dunia bukan sedang tidak santun
Ketika lengking keras nadanya terlantun
Tiap petik dawainya hanya ingin menuntun
Pada kekuatan pribadi, kokoh terbangun
Saat tangisku mengurai tiap lembar keluh
Hingga keyakinanku sepenuhnya luruh
Dengan lembut, jemarimu hapuskan peluh
Bangkitkan semangat yang hampir runtuh
Sejenak merebahkan raga dalam pelukmu
Mencari hangat ditangah buaian semu
Hampir beku jiwaku kala duka kental teramu
Selalu senyummu jadi penawar, tiada jemu
Lautan kasih sayang ini sungguh amatlah luas
Membentang ditiap jengkal duniaku, tanpa batas
Betapapun kini ungkap terimakasih coba kukemas
Tak kan cukup sebab pengorbananmu tak terbalas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar