Senin, 27 Februari 2012

Balada Hati

Bertahun udara kuhirup
dibawah bayangmu
seperti pelangi
kau menari dan melagukan rimbun cinta sang Bidadari
kau kecup luka di atas pedihku
kau ulurkan secawan damai
di sudut pilu

dan bila kini kau harus menepi
hidupku terasa jadi hampa bertunas sepi
meski jalan yang kita tapaki
takkan saling melukai
tentu ada setitik yang terbawa
melodi

ketika kita bersama
ketika cinta jadi bahasa rasa
segala yang luka
jadi manis mempesona
namun keadaan tak selalu
indah terasa
langit mendung dalam gulita
kabut menangisi kemarau kota
dan kau pergi membawa seluruh cinta

kini dinding hatiku tercekap rawan
tiada senyuman dapat kugenggam
namun kuyakin segalanya
akan tetap bisa ku tabahkan
agar cinta berlabuh tenang
meski terkoyak jurang kegetiran
dia akan mencari jalan
dalam pelukan matahari siang
yang terik menyesakkan

aku tertatih
menghapus impian
diantara seribu kelebat bayang
dan sentuhan senyum yang tinggal serpih kenangan.

Bila kau pergi
dan entah kembali
bukan maksud ku mengakhiri
sesali hati tak bisa berbagi
dan kubiarkan hatiku diam
tenang dan berteman mandiri.

Jakarta, 120212

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...