puing
berjatuhan
suara perjuangan
deras melintas ingin muara
sore itu tiada hiburan sore
yang biasa ada di alun alun kota
atau suara khas cekikikan
dari presenter presenter televisi
tidak ada lagi perjuangan untuk buang uang
untuk kecup kenikmatan
hanya gemuruh
tak semua seberuntung yang tengah beruntung
di ujung jauh
di negeri negeri dingin eropa utara
yang kini hanya bisa pilu saksikan media
berdoa segala kebaikan
semoga sebentar
Sabtu, 31 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar