Masih kuingat
jejak nafasmu membirukan ruang waktu
semua katamu bagai pedang mengoyak lenturku
dinding pagipun
terjajah sepi
lentera hati tak bisa lagi bernyanyi
kau merobek segala mimpi
kau katakan ilusi yang kuhalusinasikan di batu mimpi
aku tertegun
kau menatap dalam anggun
kau bilang
hanya dengan ini
kuakan lebih mengerti
arti melaju menuju buih
bukan hanya seharum bunga
dalam imaji.
Tapi hakekat kata melubuk jingga
Kini ku mengerti
meski kau hanya sebuah titik tak pasti
tapi kau memberi lebih dari berjuta arti.Dalam nadi.
Jakarta, 060312
Sabtu, 31 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar