padi berbaris rapi dalam petak pesawahan
yang terbagi oleh tanah lumpur bertumpuk terpijak
lembut tertiup angin siang
merunduk kehijauan
dari jauh kelihatan
dibawah atap rajutan bambu dan ijuk
tempat beristirahat tuk makan bekal dari rumah
ditemani minuman kaleng bersoda
yang tiba tiba muncul dari dinginnya air mata kemarin
sepertinya aku tidak melihat ada tikus siang ini
mungkin mereka tertidur dibawah naungan bayang mentari
lalu rintik hujan mulai turun bersama kemilau pelangi
yang kulihat lengkung di ujung pandangan mata
lalu lagu d masiv terputar dengan sendirinya dari balik saku celana
jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar