perjalanan ini seperti berkelok kelok
padahal di petaku jalanan lurus saja ke tempat terindah
begitu banyak guncangan yang membuatku terlelap
mimpi gapaian yang tak akan pernah ada habisnya
pejamkan mata
tarik nafas dalam dalam
lihat di titik paling cerah
rasakan energi di sekujur tubuh saat ini
nyanyian lagu bangun tiap kali jatuh
berulang, terus berulang hingga ajal menjelang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar